21
Feb

Im Back Again…

   Posted by: deka   in Cuap-Cuap, Travel & Wisata

Akhirnya saya balik lagi, setelah sekian lama ga pernah tulis-tulis diblog ini lagi. Ini akibat terlalu sibuk dengan kegiatan yang dilakukan dilapangan. Terakhir saya bersama rekan-rekan se-Team melakukan expedisi ke Tumbang Samba, Tumbang Sanamang, daerah Katingan Hulu, Kabupaten Katingan Kalimantan Tengah. Perjalanan yang cukup jauh, melelahkan, menantang, petualangan dan membahayakan karena melewati jeram/riam yang cukup membuat jantung dag dig dug. fiuuhhh…

Pada saat mau pulang kembali ke palangkaraya dari Tumbang Samba lewat jalan darat melintas kota Kasongan terjadilah hal yang diluar dugaan. Mobil kami mengalami kecelakaan, terbalik pada km 57 antara Kasongan - Palangkaraya. Kronologis ceritanya saya ambil berita rekan saya semobil yaitu Mujie yang sudah diposting pada Palangkaraya Forum. Sbb:

“Awalnya, pagi hari kami berangkat menggunakan kapal motor selama 7 jam dari Tumbang Sanamang menuju Tumbang Samba melewati 3 riam. Setelah dari Tumbang Samba, kami melanjutkan perjalanan menggunakan mobil yang jauh hari sebelumnya kami titipkan di tempat saudara salah satu rekan kami satu rombongan. Rencananya kami pulang ke Palangka Raya hari itu juga. Dari Tumbang Samba kami pun menuju ke arah Kasongan dengan lama perjalanan sekitar 2,5 jam. Di Kasongan, saya meminta berhenti sebentar untuk sekedar membeli obat flu, karena saya sedang pilek. Perjalanan pun dilanjutkan.

Didalam mobil yang berpenumpang 7 orang, kami berangkat dari arah Kasongan menuju Palangka Raya. Nah, sampai di jalan Cilik Riwut km. 57 mulai ada masalah. Kondisi jalan aspal yang lurus namun dengan kontur yang bergelombang, disertai dengan lapisan aspal yang cukup tinggi dibandingkan urugan tanah tepi jalan, dan aliran sungai pada sisi jalan menjadikan awal bencana. Suasana jalan pun cukup sepi dan agak gelap, hanya terdapat satu rumah. Ketika itu, kawan saya didepan yang sedang memegang stir melihat kucing dari kejauhan sedang menyeberang jalan. Tiba-tiba saja kucing tersebut berbalik arah. Rekan kami yang duduk didekat supir berteriak “awas, awas”. Rekan kami yang menjadi pengemudi pun terkejut sehingga membanting stir dan mengerem karena tidak menyangka kucing tersebut berbalik arah. Tapi apa daya, seperti yang saya jelaskan diatas, karena kondisi jalan seperti itu, mengakibatkan mobil tidak terkendali sehingga berputar 1 kali dan jungkir balik sebanyak 4 kali hingga akhirnya terhempas ke sungai.

Saya waktu itu, sebelum mobil berputar sempat hendak bersandar sebentar di kursi karena flu saya sudah mulai agak reda. Ketika mendengar “awas, awas”, saya masih belum bersikap apa-apa, namun ketika terasa mobil oleng ke kanan, dengan segera saya silangkan tangan saya diatas kepala, menarik kedua kaki saya dari bawah. Sampai akhirnya ketika mobil terhempas di sungai, saya teriak “cepat keluar semuanya”, lalu saya tendang kaca pintu sebelah kanan penumpang yang mulai tergenang air, dan saya berusaha keluar dari sana dengan segera. Rekan saya yang lain pun keluar dari sana, sebagian dari kaca depan dan samping, terkecuali rekan saya yang menjadi pengemudi, dia terjepit pintu kanan, setir dan panel dashboard yang penyok. Karena kondisi gelap, saya mencari cahaya sebisanya, saya minta ponsel rekan saya, karena ponsel saya sendiri mati (hingga sekarang) karena terendam air. Saya lihat kondisi rekan saya yang menjadi pengemudi terendam air hingga dada dan terjepit, dengan wajah penuh lumpur. Setelah saya lepaskan kunci pintu depan, saya minta kedua rekan saya yang lain untuk membantu menarik pintu sekuat tenaga bersama saya, kemudian salah satu rekan saya yang lain berinisiatif mendorong pintu dari dalam menggunakan kakinya. Pintu kanan depan terasa cukup berat karena disamping agak rusak, air dan penuh lumpur. Setelah pintu terlepas, kami pun berusaha mengeluarkan pengemudi yang mengeluh bahu kirinya terasa sakit, dan saya tanyakan bisa tidak untuk menggerakan jari tangan kirinya. Dia mengatakan tidak, dan merasa sesak nafas. Kami pun saat itu memperkirakan dia mengalami patah tulang pada bahunya.

Setelah kami semua sudah berhasil naik ke tepi sungai, rekan-rekan (4 orang) yang waktu itu masih merasa sehat segera kembali menyelamatkan barang-barang, padahal waktu itu kelistrikan mobil masih menyala, tidak bisa dimatikan karena panel dashboard sudah hancur. Sedangkan rekan saya yang duduk di dekat supir, tangan kirinya mengalami luka lecet yang cukup lebar karena aspal dan pecahan kaca berusaha untuk menghubungi rekan-rekannya dari Kasongan dan ambulances. Hingga akhirnya tak lama kemudian ambulances pun datang, dan saya bersama rekan-rekan yang terluka diantarkan ke RSU dr. Doris Sylvanus Palangka Raya. Hasilnya adalah, 1 orang opname karena muntah, 1 orang patah bahu kiri, 1 orang jahit di bagian kepala dan 1 orang luka lecet cukup lebar di lengan kiri.

Selama perjalanan ke RSU, rekan kami yang menjadi pengemudi menyatakan meminta ma’af kepada kami, namun kami jawab tidak apa-apa, karena memang musibah. Saya dan rekan-rekan mengalami shock dan trauma atas kejadian ini.”

Begitulah cerita perjalanan expedisi kami ke daerah Katingan Hulu yang berakhir tragis. Saya cuma bisa mengambil hikmahnya saja, syukur masih diberi kesempatan Hidup oleh TYME.

Tags: , , , ,

This entry was posted on Saturday, February 21st, 2009 at 12:57 am and is filed under Cuap-Cuap, Travel & Wisata. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.

Leave a reply

Name (*)
Mail (will not be published) (*)
URI
Comment

*
To prove you're a person (not a spam script), type the security word shown in the picture. Click on the picture to hear an audio file of the word.

Click to hear an audio file of the anti-spam word